Konsep Integrasi Keilmuan dalam Perspektif Amin Abdullah dan Implementasinya di Sekolah

Main Article Content

Guntur Arief Wibowo
Istikomah
Budi Haryanto

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep, prinsip, dan implementasi pendekatan integrasi-interkoneksi sebagai paradigma epistemologis dalam menjembatani relasi antara sains dan Islam di era modern. Secara historis, tradisi keilmuan Islam menunjukkan adanya keseimbangan antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran M. Amin Abdullah sebagai model integratif yang berupaya mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai integrasi-interkoneksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini ditopang oleh karakteristik teoantroposentris-integralistik, paradigma jaring laba-laba (spider web), serta penguatan dialog antarbidang ilmu melalui pendekatan guru kepada murid dalam mengaitkan ilmu umum, kegiatan ekstrakulikuler dan ilmu agama dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan kemanusiaan kontemporer. Pendekatan integrasi-interkoneksi terbukti mampu membangun model keilmuan Islam yang lebih holistik, humanis, dan adaptif terhadap tantangan global, sekaligus memperkuat peran nilai-nilai etika Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wibowo, G. A., Istikomah, I., & Haryanto, B. (2026). Konsep Integrasi Keilmuan dalam Perspektif Amin Abdullah dan Implementasinya di Sekolah. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 16433–16443. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.21074
Section
Articles